jump to navigation

Eddy Santana Putra Terima Lagi Dua Penghargaan Nasional 22-December-2007

Penghargaan | Tentang Eddy | trackback | Cetak Artikel Ini

LEADERSHIP AWARD

PEMBINA TERBAIK NASIONAL KARANG TARUNA

Keberhasilan terwujud bukan pemimpin yang memiliki orang-orang tetapi karena orang-orang merasa memiliki pemimpinnya
Danang Girindrawardana, Majalah Kepemimpinan LeadershipPark, Edisi Feb 2007

Bagai air mengalir tiada terhenti, mengucur terus menerus. Walikota Palembang Ir.H.Eddy Santana Putra, MT kembali menerima 2 Penghargaan Nasional menyusul belasan penghargaan terdahulu. Penghargaan Pertama berupa Leadership 2007 yang akan diserahkan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Menteri Sosial RI pada Sabtu, 22 Desember 2007 di TVRI Nasional di Jakarta. Pengharagaan Kedua, Pembina Terbaik Nasional Karang Taruna 2007 pada Senin, 24 Desember 2007 di Kendari Sulawesi Tenggara.

leadership II

“Apa yang saya terima tempo hari termasuk yang hari ini dan Senin nanti merupakan kerja keras seluruh warga Kota Palembang dan tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Dan ini bukti masyarakat terhadap Walikotanya,” ujar Walikota Palembang Ir. H. Eddy Santana Putra, MT dengan rendah hati ketika ditemui di rumah dinasnya kemarin.

leadership II

Berdasarkan surat Leadership Park Institute for Leader yang menyelenggarakan Leadership Award 2007 ini, Walikota Palembang diantara 430 Kabupaten dan Kota se-Indonesia berhak mendapat penghargaan atas kepemimpinannya selama ini. Upacara penyerahan inipun disiarkan secara langsung TVRI Nasional ke-33 Provinsi di Indonesia pada pukul 15.00 wib s/d 16.00 WIB.

leadership II

Sementara Penghargaan Nasional dari Pengurus Pusat Karang Taruna berupa Penghargaan Pembina Terbaik Nasional Karang Taruna 2007 diserahkan pada Senin, 24 Desember 2007 di Lapangan Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara.
Penyerahan penghargaan tertinggi di Bidang Karang Taruna ini dilakukan saat Upacara Puncak Bulan Bhakti Karang Taruna dan Study Karya Bhakti Karang Taruna 2007.

Komentar Mereka

Akbar Tanjung
akbar tanjung
Pemimpin harus mempunyai tiga unsur penting, yakni kapabilitas (kemampuan), integritas (kepribadian), dan aksetabilitas (penerimaan dari masyarakat). Yang lebih penting pemimpin itu harus mempunyai visi, cita-cita, sehingga dia tahu apa saja yang ia kerjakan, bagaimana dan untuk apa. Visi ini seperti mimpi yang memang bisa diimplementasikan. Dan para bupati dan walikota yang saya kenal ini semuanya mempunyai visi. Benang merah dari kepemimpinan yang bisa saya tarik dari mereka adalah mereka mampu mengembangkan sumber daya daerah agar sumberdaya itu bisa memberi kontribusi besar bagi pembangunan daerah dan bangsa Indonesia

Amien Rais
amien rais
Kalau kita bicara soal kepemimpinan, itu harus kontekstual. Kita sekarang hidup di Negeri besar yang mempunyai permasalahan-permasalahan mendesak. Saya melihat empat masalah bangsa yang mendesak untuk diatasi, yakni melonjaknya angka kemiskinan (increasing poverty), membengkaknya jumlah pengangguran (increasing unemployment), hancurnya lingkungan hidup (ecological destruction), dan hilangnya kemandirian bangsa.

Dan saya melihat para bupatidan walikota yang saya lihat ini dari sisi intelektualnya tidak kalah dengan mereka yang ada di Jakarta. Lebih-lebih justru para walikota dan bupati ini telah menunjukkan bahwa mereka bekerja keras.

Adi Sasono
adi sasono
Ada dua hal yang ingin saya sampaikan soal kepemimpinan. Yang pertama terkait dengan pelayanan publik. Pemimpin itu adalah pelayan publik dan dia harus menjadi teladan. Kalau pemimpin baik Insya Allah masyarakatnya juga baik. Ibarat guru kencil berdiri, murid kencing berlari. Kuncinya adalah pemimpin harus bisa menjadi panutan. Dan citra panutan ini tampak jelas dalam hal pelayanan publik.

Kedua, menyoal kemiskinan struktural. Pemipin hendaklah peduli pada kemiskinan. Upayanya lebih terletak bagimana mengoreksi kepemilikan aset. Kemiskinan tidak hanya bisa diatasi dengan bantuan-bantuan sosial saja dan hanya berfungsi sebagai obat pelipur lara. Kemiskinan sekarang terjadi secara struktural. Perlu upaya mengkoreksi sistem ketidakadilan.

Wiranto
wiranto
Kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari sisi ke-Tuhanan. Apalagi di Bangsa Indonesia ini. Kita bisa melihat negeri ini merdeka atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa seperti yang tertulis di Pembukaan UUD 1945. Selain itu, negeri ini mempunyai Pancasila dengan sila pertama ke-Tuhanan Yang Maha Esa, Nah, selain mempunyai kapabilitas dan akseptabilitas, pemipin juga mempunyai moralia. Moralitas yang tidak lepas dari sisi spiritual pemimin.

Marisa Haque Fawzi
marisa haque
Saya melihat para walikota dan bupati ini tetap fokus pada visinya. Saya juga melihat mereka telah mengadakan kegiatan-kegiatan yang terukur sehingga bisa dilihat progressnya. Mereka mempunyai tujuan yang jelas. Selain itu, mereka juga sadar bahwa mereka tinggal di lingkungan yang paternalistis sehingga kunci keteladanan menjadi penting bagi mereka.

Ada beberapa poin yang penting diperhatikan, antara lain perlunya menggandeng elemen-elemen yang mempunyai energi yang sama, perlunya perwujudan Pakta, integritas, dan tidak ada unsur jender untuk menjadi seorang leader: perempuan juga mampu menjadi leader.

Sumber: www.leadershippark.com

Komentar »

1. Wahyu - 27 December 2007 15:13:34

Diharapkan Pak Eddy bisa secara langsung menerangkan apa yang dimaksud dengan Leadership kepada masyarakat, bagi-bagi ilmu dan pengalaman pak… Salam


Indonesia Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 Windows Windows XP
2. Fadillah Mershad - 28 December 2007 08:24:14

hmmmm, tolong di perbaiki head line-nya…bukan karanang tapi ‘karang’…terima kasih (friendly center)


Indonesia Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 Windows Windows XP
3. Friendly Centre - 28 December 2007 17:17:58

#2: ok, sudah diperbaiki. Terima Kasih


Indonesia Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 Windows Windows XP
4. Minney - 11 January 2008 15:37:10

Kapan bisa ngobrol langsung soal pemuda, pak…


Indonesia Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 Windows Windows XP